BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Banyaknya faktor yang turut
berpengaruh dan terjadi dalam proses perkembangan menjadikan perkembangan
seorang individu tersebut mengalami perubahan yang kompleks. Dari unsur-unsur
bawaan hingga unsur-unsur pengalaman yang diperoleh dalam berinteraksi dengan
lingkungan sama-sama memberikan kontribusi tertentu terhadap arah dan laju
perkembangan anak tersebut
Guru SD diharapkan
mempunyai pemahaman konseptual tentang perkembangan dan cara belajar anak di
sekolah dasar yang meliputi gambaran tentang bagaimana mereka berkembang,
Pemahaman konseptual tersebut mencakup tentang karakteristik perkembangan anak
usia SD dalam berbagai aspek fisik biologis, kognitif, bahasa, dan psikososial.
Perkembangan bahasa atau komunikasi
pada anak merupakan salah satu aspek dari tahapan perkembangan anak yang
penting . Anak yang memiliki keterampilan berbahasa yang bagus akan mudah
bergaul dan bersosialisasi. Pada saat kita telah mempelajari banyak hal tentang
bagaimana anak anak berbicara dan mengerti, sangat sedikit yang kita ketahui
mengenai proses aktual perkembangan bahasa
Kemampuan anak usia
sekolah dasar dalam berbahasa akan terus berkembang, dari mulai satu kalimat,
dan seterusnya. Untuk itu perlu kita telusuri apa saja perkembangan bahasa yang
dialami oleh perserta didik. Tentunya bagi sorang guru itu perlu mengetahui
bagaimana perkembangan bahasa perserta didiknya
B.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian tersebut di atas dapatlah
disusun permasalahan sebagai berikut “Bagaimana proses dan pola perkembangan
bahasa seorang anak?”
C.
TUJUAN PENULISAN
Dari rumusan masalah tersebut di
atas maka akan diketahui tujuan dari penulisan masalah ini yaitu: Mengetahui
bagaimana proses dan pola perkembangan bahasa seorang anak
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN PERKEMBANGAN INDIVIDU
Santrock Yussen
(1992) mengatakan bahwa perkembangan merupakan pola perkembangan individu yang
berawal pada masa konsepsi dan terus berlanjut sepanjang hayat dan bersifat
involusi. Manusia berkembang tidak hanya dari masa kelahiran saja tetapi dari
masa konsepsi manusia sudah mulai berkembang.Perkembangan bersifat kualitatif
dan kuantitatif, artinya proses perkembangan ada yang dapat diukur dan adapula
yang tidak dapat diukur. Misalnya perkembangan otak manusia tidak dapat kita
lihat proses perkembangannya, yang kita lihat adalah gejala-gejalanya
B.
PENGERTIAN BAHASA
Bahasa merupakan media
komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan, pendapat, perasaan dengan
menggunakan simbol-simbol yang disepakati bersama, kemudian kata dirangkai
berdasarkan urutan membentuk kalimat yang bermakna dan mengikuti aturan atau
tata bahasa yang berlaku dalam suatu komunitas atau masyarakat, Bahasa dapat
dibedakan menjadi 3, yaitu bahasa lisan, bahasa tulis, dan bahasa isyarat.
C.
PERKEMBANGAN BAHASA ANAK
Keterampilan dalam berbahasa memiliki 4 aspek atau ruang lingkup, yaitu:
1. Keterampilan mendengarkan
2. Keterampilan berbicara
3. Keterampilan membaca
4. Keterampilan menulis
Di sekolah dasar, keterampilan
mendengarkan meliputi kemampuan memahami bunyi bahasa, perintah, dongeng,
drama, petunjuk, denah, pengumuman, beruta, dan konsep materi pelajaran.
Keterampilan berbicara meliputi kemampuan mengungkapkan pikiran, perasaan, dan
informasi secara lisan mengenai perkenalan, tegur sapa,pengenalan benda, fungsi
anggota tubuh, kegiatan bertanya, percakapan, berita, deklamasi, memberi
tanggapan, pendapat/saran, dan diskusi. Keterampilan membaca meliputi
ketrampilan memahami teks bacaan melalui membaca intensif dan sekilas.
Keterampilan menulis meliputi kemampuan menulis permulaan, dikte,
mendeskripsikan benda, mengarang, menulis surat, undangan, dan ringkasan
paragraf.
D.
POLA PERKEMBANGAN BAHASA ANAK
Anak dikatakan siap atau matang berbicara
dan belajar bahasa apabila aspek motorik bicara (koordinasi otot bicara) dan
aspek mental bicara (kemampuan berpikir) anak sudah mulai berfungsi dengan
baik. Pada saat anak mulai masuk sekolah merupakan masa yang paling baik untuk
belajar bahasa. Anak selalu bertanya mengenai segala yang dilihat dan ditemui
dalam kehidupan sehari-hari. Anak mulai membangun kosakata yang biasanya
merupakan kata benda, kata kerja, kata sifat, kata keterangan, kata
merangkai/pengganti dari apa saja yang dijumpai anak dalam kehidupan
sehari-hari khususnya mengenai warna, waktu, uang, dan kata popular yang
digunakan kelompok anak atau teman sebaya. Selanjutnya perkembangan bahasa
dengan pembentukan kalimat, dimulai dengan kalimat sederhana menjadi kalimat
lengkap.
Seiring dengan pertambahan usia, kemampuan
berbicara atau berbahasa anak semakin baik.
Tahapan-tahapan Umum Perkembangan Kemampuan Berbahasa
Seorang Anak, Yaitu:
- Babling
Pada usia
lebih dari 3 minggu, ketika bayi merasa lapar atau tidak nyaman ia akan
mengeluarkan suara tangisan. Berbeda dengan sebelumnya, tangisan yang
dikeluarkan telah dapat dibedakan sesuai dengan keinginan atau perasaan si
bayi.
- Lalling
Di usia 3
minggu sampai 2 bulan mulai terdengar suara-suara namun belum jelas. Bayi mulai
dapat mendengar pada usia 2 s/d 6 bulan sehingga ia mulai dapat mengucapkan
kata dengan suku kata yang diulang-ulang, seperti: “ba….ba…, ma..ma….”
- Echolalia
Di tahap
ini, yaitu saat bayi menginjak usia 10 bulan ia mulai meniru suara-suara yang
di dengar dari lingkungannya, serta ia juga akan menggunakan ekspresi wajah
atau isyarat tangan ketika ingin meminta sesuatu.
- True Speech
Bayi mulai
dapat berbicara dengan benar. Saat itu usianya sekitar 18 bulan atau biasa
disebut batita. Namun, pengucapannya belum sempurna seperti orang dewasa.
Perkembangan
bahasa anak usia dini terbagi atas dua periode besar, yaitu: periode
Prelinguistik (0-1 tahun) dan Linguistik (1-5 tahun). Mulai periode linguistik
inilah mulai hasrat anak mengucapkan kata kata yang pertama, yang merupakan
saat paling menakjubkan bagi orang tua. Periode linguistik terbagi dalam tiga
fase besar, yaitu:
- Fase satu kata atau Holofrase
Pada fase
ini anak mempergunakan satu kata untuk menyatakan pikiran yang kornpleks, baik
yang bcrupa keinginan, perasaan atau temuannya tanpa pcrbedaan yang jelas. Pada
umumnya kata pertama yang diurapkan oleh anak adalah kata benda, setelah
beberapa waktu barulah disusul dengan kata kerja.
- Fase lebih dari satu kata
Fase dua
kata muncul pada anak berusia sekkar 18 bulan. Pada fase ini anak sudah dapat
membuat kalimat sederhana yang terdiri dari dua kata. Setelah dua kata,
muncullah kalimat dengan tiga kata, diikuti oleh empat kata dan seterusnya.
Orang tua mulai melakukan tanya jawab dengan anak secara sederhana. Anak pun
mulai dapat bercerita dengan kalimat-kalimatnya sendiri yang sederhana.
3.
Fase ketiga adalah fase diferensiasi
Periode
terakhir dari masa balita yang bcrlangsung antara usia dua setengah sampai lima
tahun. Keterampilan anak dalam berbicara mulai lancar dan berkembang pesat.
Anak mulai dapat mengkritik, bertanya, menjawab, memerintah, memberitahu dan
bentuk-bentuk kalimat lain yang umum untuk satu pembicaraan “gaya” dewasa.
Bicara merupakan salah satu alat komunikasi yang
paling efektif. Semenjak anak masih bayi string kali menyadari bahwa dengan
mempergunakan bahasa tubuh dapat terpenuhi kebutuhannya. Namun hal tersebut
kurang mengerti apa yang dimaksud oleh anak. Oleh karena itu baik bayi maupun
anak kecil stlalu berusaha agar orang lain mengcrti maksudnya. Hal ini yang
mendorong orang untuk belajar berbicara dan membuktikan bahwa berbicara
merupakan alat komunikasi yang paling efektif dibandingkan dengan bentuk-bcntuk
komunikasi yang lain yang dipakai anak sebelum pandai berbicara.
Potensi Anak Berbicara Didukung oleh Beberapa Hal :
1) Kematangan alat berbicara.
Kemampuan
berbicara juga tergantung pada kematangan alat-alat berbicara. Misalnya
tenggorokan, langit-langit, lebar rongga mulut dan Iain-lain dapat mempengaruhi
kematangan berbicara. Alat-alat tersebut baru dapat berfungsi dengan baik
setelah sempi’rpa dan dapat membentuk atau memproduksi suatu kata dengan baik
scbagai permulaan berbicara.
2) Kesiapan berbicara.
Kesiapan
mental anak sangat berganrung pada pertumbuhan dan kematangan otak. Kesiapan
dimaksud biasanya dimnlai sejak anak berusia antara 12-18 bulan, yang discbut
teachable moment dari perkembangan bicara. Pada saat inilah anak betul-betul
sudah siap untuk belajar. bicara yang sesungguhriya. Apabila tidak ada gangguan
anak akan segera dapat berbicara sekalipun belum jelas maksudnya.
3) Adanya model yang baik untuk dicontoh oleh anak.
Anak dapat
membutuhkan suatu model tertentu -agar dapat melafalkan kata dengan tepat untuk
dapat dikombinasikan dengan kata lain sehingga menjadi suatu kalimat yang
berarti. Model tersebut dapat diperoleh dari orang lain, misalnya orang tua
atau saudara, dari radio yang sering didengarkan atau dari TV, atau actor film
yang bicaranya jelas dan berarti. Anak akan mengalami kesulitan apabila tidak
pernah memperoleh model scbagaimana disebutkan diatas. Dengan scndirinya
potcnsi anak tidak dapat berkembang sebagaimana mestinya.
4) Kesempatan berlatih.
Apabila anak
kurang mendapatkan latihan keterampilan berbicara akan timbul frustasi dan
bahkan sering kali marah yang tidak dimengerti penyebabnya oleh orang tua atau
lingkungannya: Pada gilirannya anak kurang memperoleh motivasi untuk belajar
berbicara yang pada umumnya disebut “anak ini lamban” bicaranya.
5) Motivasi untuk belajar dan berlalih.
Memberikan
motivasi dan melatih anak untuk berbicara sangat penting bagi annk karena untuk
memenuhi kebutuhannya untuk memanfaatkan potensi anak. Orang tua hendaknya
selalu berusaha agar motivasi anak untuk berbicara jangan terganggu atau tidak
mendapatkan pengarahan.
6) Bimbingan.
Bimbingan
bagi anak sangat. penting untuk mengembangkan potensinya. Oleh karena itu
hendaknya orang tua suka memberikan contoh atau model bagi anak, berbicara
dengan pelan yang mudah diikuti oleh anak dan orang tua siap memberikan kritik
atau mcmbetulkan apabila dalam berbicara anak berbuat suatu kesalahan.
Bimbingan tersebut sebaiknya selalu dilakukan secara terus menerus dan
konsisten sehingga anak tidak mengalami kesulitan apabila berbicara dengan
orang lain.
Langkah-langkah untuk membantu perkembangan bahasa anak :
1.
Membaca. Buatlah kegiatan membaca
menjadi menyenangkan dan menarik bagi anak dan lakukanlah setiap hari.
2.
Berbicaralah mengenai kegiatan
sederhana yang orang tua dan anak lakukan dengan menggunakan bahasa yang
sederhana.
3.
Perkenalkan kata-kata baru pada anak
setiap hari, dapat berupa nama-nama tanaman, nama hewan ataupun nama makanan
yang disiapkan baginya.
4.
Cobalah untuk tidak menyelesaikan
kalimat anak. Berikan kesempatan baginya untuk menemukan sendiri kata yang
tepat yang ingin dia sampaikan.
5.
Berbicaralah pada anak setiap hari,
dan pandanglah mereka ketika berbicara atau mendengarkan mereka. Biarkan mereka
tahu bahwa mereka sangat penting.
a)
Berikut beberapa cara untuk
menstimulasi agar perkembangan bicara batita semakin lancar dan ia gemar
bicara:
• Ceritakan
kesibukan Anda.
Omongkan
dengan lantang apa saja yang sedang Anda kerjakan dan lemparkan
pertanyaan-pertanyaan untuk batita. “Teruslah bicara, walaupun Anda nampak
konyol karena batita tak bisa menjawab,” usul Pam Quinn, terapis wicara di RS
Rehabilitasi Schwab, Chicago.
• Jadi ‘role
model’.
Bila batita
Anda mengatakan “cucu” untuk susu, gunakan pengucapan yang benar ketika Anda
merespon, “Ini susumu.” Kembangkan penguasaan bahasanya dengan menambahkan
kata-kata baru, misalnya “Susumu warnanya putih, enak sekali.” Strategi ini tak
hanya akan menambah jumlah kosa katanya tapi juga mengajarkan cara kombinasi
kata. Namun hindari mengoreksi ucapannya. “Menunjukkan kesalahan anak bisa
membuatnya tak nyaman. Bahkan anak seusia itupun dapat mulai merasa bahwa
apapun yang dilakukannya selalu salah di mata ibu,” kata Pam lagi.
• Berlagak
“bodoh”.
Beri batita
kesempatan untuk meminta dan mengungkapkan kebutuhannya sebelum Anda memberikan
padanya. Contohnya, saat bermain, ia menggulirkan bola dan Anda tahu ia ingin
Anda mengembalikan bola itu padanya, pura-pura saja Anda tidak mengerti,
berikan ekspresi wajah bingung dan bertanya, “Ibu harus apa?” Jeda seperti ini
akan menyemangatinya untuk berkomunikasi.
• Tetap nyata.
Hindari
untuk mengucapkan kata berlebihan atau berbicara dalam bahasa slang atau bahasa
pergaulan yang tak dimengerti balita usia 1-2 tahun. Orangtua wajib berbicara
dalam kalimat-kalimat reguler dan dalam bahasa yang benar, yang akan membantu
anak mengerti cara memadukan kata menjadi kalimat yang bermakna.
b)
Keterlambatan dan bahaya (gangguan)
di dalam perkembangan bicara pada anak.
Apabila anak
tidak diberikan rangsangan (stimulasi) didorong untuk berceloteh, hal ini akan
menghambat penggunaan didalam berbahasa/kosa kata yang baik dan benar.
Kekurangan dorongan tersebut merupakan penyebab serius keterlambatan berbicara anak terlihat dari fakta bahwa apabila orang tua tidak hanya berbicara kepada anak mereka tetapi juga menggunakan kosa kata yang lebih luas dan bervariasi,
Kekurangan dorongan tersebut merupakan penyebab serius keterlambatan berbicara anak terlihat dari fakta bahwa apabila orang tua tidak hanya berbicara kepada anak mereka tetapi juga menggunakan kosa kata yang lebih luas dan bervariasi,
- Gangguan/bahaya
didalam perkembangan bicara pada anak yaitu :
1. Kelemahan
didalam berbicara (berbahasa) kosa kata
2. Lamban
mengembangkan suatu bahasa/didalam berbicara
3. Sering kali
berbicara yang tidak teratur
4. Tidak
konsentrasi didalam menerima suatu kata (bahasa) dari orang tua/guru.
c)
Kesalahan yang umum didalam
pengucapan/bahasa (berbicara) pada anak yaitu :
1.
Menghilangkan satu suku kata/lebih
biasanya terletak ditengah-tengah kata contohnya : “buttfly” padahal
“butterfly”.
2.
Mengganti huruf/suku kata seperti
“tolly” padahal “Dolly”, “handakerchief” padahal “handkerchief”.
3.
Menghilangkan huruf mati yang sulit
untuk diucapkan oleh anak contohnya : z,w,s,d, dan g.
4.
Huruf-huruf hidup khususnya O yang
paling sulit dikatakan anak (diucapkan)
5.
Singkatan gabungan huruf mati yang
sulit diucapkan oleh anak contohnya : “st, sk, dr, fl, str”.
E.
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PERKEMBANGAN ANAK
Meskipun pada umumnya pola perkembangan keterampilan berbahasa anak sama,
namun tetapada perbedaan individual.berikut ini adalah beberapa faktor penyebab
perbedaan tersebut:
1. Kesehatan
Anak yang sehat lebih cepat belajar berbicara dibandingkan dengan anak yang
kurang sehat, sebab perkembangan aspek aspek motorik dan aspek mental
berbicaranya lebih baik sehingga lebih siap untuk belajar berbicara.
2. Kecerdasan
Anak yang memiliki kecerdasan tinggi, akan belajar berbicara lebih baik dan
memiliki penguasaan bahasa erat kaitannya dengan kemampuan berpikir.
3. Jenis kelamin
Anak perempuan lebih dalam belajar bahasa daripada anak laki-laki, baik
dalam pengucapan, kosa kata maupun keseringan berbahasa.
4. Keluarga
Semakin banyak jumlah anggota keluarga akan semakin sering anak mendengar
dan berbicara. Demikian pula anak pertama lebih baik perkembangan berbicaranya
karena orang tua lebih banyak memiliki waktu untuk berbicara dan berbahasa.
5. Keinginan dan Dorongan Komunikasi
Semakin kuat keinginan dan dorongan untuk berkomunikasi dengan orang lain
terutama teman sebaya, akan semakin kuat pula usaha anak untuk berbicara dan
berbahasa.
6. Kepribadian
Anak yang dapat menyesuaikan diri dengan baik dan memiliki kepribadian yang
baik cenderung memiliki kemampuan bicara dan berbahasa lebih baik daripada anak
yang mengalami masalah dalam penyesuaian.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
KESIMPULAN
Perkembangan bahasa atau komunikasi pada anak merupakan salah satu aspek
dari tahapan perkembangan anak yang penting . Anak yang memiliki keterampilan
berbahasa yang bagus akan mudah bergaul dan bersosialisasi. Pada saat anak mulai masuk sekolah merupakan masa yang
paling baik untuk belajar bahasa. Anak selalu bertanya mengenai segala yang
dilihat dan ditemui dalam kehidupan sehari-hari
B.
SARAN
- Bimbinglah anak sejak dini dengan mendengar melihat bercerita agar perkembangan bahasanya bagus
- Berikan arahan dan motivasi dalam setiap perkembangannya
DAFTAR PUSTAKA
Yusuf, Syamsu, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, Bandung; PT. Rosda
Karya, cet-5, 2004
Tidak ada komentar:
Posting Komentar